Jumat, 01 September 2017

SEORANG PASTOR DI PONTIANAK TEWAS TANPA BUSANA DI KAMAR HOTEL SAAT DIPIJAT WANITA



Seorang Pastur tewas disebuah kamar hotel

Sebagai manusia yang diciptakan oleh Allah kita tidak akan pernah bisa untuk menyalahi takdir yang sudah ditentukan oleh Nya,  yaitu berpasang-pasangan antara laki-laki dengan wanita. Apabila kita berani untuk menentang takdir yang sudah ditentukan oleh Allah maka inilah akibatnya seperti yang terjadi dengan seorang pastur yang bernama Andreas Engselmus. Sang pastur berusaha membohongi umatnya dengan berpura-pura sebagai manusia suci tanpa dosa dengan tidak menikah, tapi apa jadinya ketika iapun butuh sentuhan seorang wanita dengan diam-diam melakukan kebohongan di sebuah kamar hotel. Namun Allah ingin menunjukan kesalahan dan juga dosa sang pastur maka terjadilah musibah yang tidak dikehendaki.

Sesosok mayat pria paruh baya ditemukan tanpa busana di dalam kamar nomor 358 hotel Kapuas Dharma 2 pada Kamis (6/7) sore sekitar pukul 15.00 WIB.
Mayat tersebut ditemukan bersama dengan sebuah surat rekomendasi dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalbar atas nama Andreas Engselmus dengan jabatan Kepala Sekolah SMA Swasta Katholik Talino bersama dengan sejumlah uang.

Dari keterangan kartu identitas mayat, tertulis bahwa lelaki itu merupakan warga Dusun Sule Bagas, Desa Korek, Kecamatan Sungai Ambawang. Disitu juga tertulis jika lelaki yang ditemukan tewas tersebut berprofesi sebagai seorang Pastur.

Penyebab kematian belum dapat dipastikan, namun keterangan dari Kanit Reskrim Pontianak Selatan, Iptu Suryatno, mengatakan bahwa hasil pemeriksaan sementara tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan.

Saat ini mayat dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Sementara pihak kepolisian masih terus mencoba menghubungi keluarga ataupun kerabat lelaki paruh baya itu.

***

Andreas Engselmus Seorang Pastor

Pastor Engselmus, CP, 52, ditemukan sudah tidak bernapas lagi di kamar nomor 385 Hotel Kapuas Dharma, Jalan Imam Bonjol, Pontianak Selatan, Kamis (6/7) sore.

Pastor Engselmus meninggal dalam posisi terlentang di atas ranjang di kamarnya menginap.

“Diduga karena sakit, tidak ditemukan tanda-tanda luka pada tubuh korban,” kata Kanit Reskrim Polsek Pontianak Selatan Iptu Suratno kepada wartawan di Hotel Kapuas Dharma, kemarin.

Dijelaskan Iptu Suratno, Pastor Engselmus check in pukul 12.00 dan dia menginap sendiri. Sekitar pukul 14.21 korban ditemukan seorang tamu hotel yang menginap di depan kamarnya.

“Ada tamu hotel lainnya yang memberi tau kepada security, bahwa di depan kamarnya ada orang meninggal. Tamu itu adalah orang yang menginap di depan kamar korban,” jelas Iptu Suratno.

Dikatakan Iptu Suratno, di kamar ditemukan barang-barang milik korban. Dari identitasnya, korban merupakan rohaniwan (pastor) yang beralamat di Jalan Trans Kalimantan, Desa Korek, Sungai Ambawang, Kubu Raya.

“Barang-barang ditemukan di dalam kamar, ada dompet berisikan STNK, uang, KTP, sebuah surat rekomendasi serta ditemukan resep obat,” ungkapnya.

Jenazah korban dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kalbar. Polisi pun menghubungi pihak keluarga.

Ditemui terpisah di Sekretariat Keuskupan Agung Pontianak, Pastor Barces, CP mengatakan, Pastor Engselmus, CP mengidap penyakit jantung. “Dia satu biara dengan saya, yang kami tahu dia itu sakit jantung,” ungkapnya.

Pastor Barces menjelaskan, beberapa waktu lalu, biarawan Pasionis itu berobat ke Jakarta. “Karena beberapa bulan yang lalu ada ring yang dipasang di tangannya,” ucapnya.

Dikatakan Pastor Barces, Pastor Engselmus bertugas di Paroki Ambawang. Selain itu dia juga sebagai Kepala SMA Katolik Talino.

“Kemungkinan dia di hotel sedang ada urusan tugas, karena dia sebagai kepala sekolah,” ujarnya seperti diberitakan Rakyat Kalbar (Jawa Pos Group).

Karena sudah diketahui korban mengidap penyakit jantung, maka jenazahnya tidak diotopsi. “Jenazahnya akan dibawa ke biara kami di Tanjung Hulu,” ujar Pastor Barces.

Sumber: jpnn.com
***


Tewas Tanpa Busana saat Dipijat Wanita




Seorang Pastur Tewas Tanpa Busana di Kamar Hotel



Kepala salah satu sekolah swasta di Pontianak, berinisial PAE Cp (52) ditemukan tewas dalam keadaan tanpa busana di kamar Hotel Kapuas Dharma (KD) II, Jalan Imam Bonjol, Pontianak Selatan, Kalimantan Barat, Kamis 6 Juli 2017 sore.

Diduga warga Jalan Trans Kalimantan, Desa Korek, Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya itu tewas karena serangan jantung. Dugaan kuat karena kepolisian temukan banyak obat-obatan yang tersimpan dalam tas milik korban.

Kasat Reskrim Polresta Pontianak, Kompol Muhammad Husni Ramli menceritakan, hasil pemeriksaan sejumlah saksi diketahui, pada Kamis sekitar pukul 12.40 WIB korban sendiri check-in di hotel KD II. Kondisinya saat itu masih sehat. Oleh resepsionis, korban diberi kamar nomor 358 di lantai tiga.

Kemudian pukul 14.31 WIB, room boy bernama Sumardi (25) saat itu tengah membersihkan kamar nomor 374. Saat bersamaan resepsionis didatangi seorang wanita tak dikenal. Wanita tersebut mengabarkan, bahwa tamu kamar nomor 358 dalam keadaan sakit parah.

Resepsionis hotel pun langsung menguhubungi Sumardi melalui HT, melanjutkan informasi dari wanita tersebut. “Sumardi langsung bergegas ke kamar tersebut. Dia melihat korban meninggal dalam keadaan terbaring tanpa menggunakan pakaian,” cerita Husni, Jumat (7/7/2017).

Setelah itu, lanjut Husni menceritakan, Sumardi langsung menutup kembali pintu kamar tersebut. Kemudian warga Pontianak Barat itu menuju resepsionis hotel untuk melapor situasi dan keadaan kamar nomor 358 dan melapor kepada HRD hotel KD II.

“Dengan adanya kejadian ini pihak hotel menghubungi Polsek Pontianak Selatan untuk tindaklanjutnya. Kepolisian menemukan banyak obat dalam tas korban. Sehingga diduga korban meninggal karena sakit,” kata Husni.

Setelah mengevakuasi korban, kepolisian langsung melakukan penyelidikan. Orang pertama yang dicurigai adalah wanita tak dikenal tersebut. “Tim lidik Polsek Pontianak Selatan langsung mencari identitas dan keberadaan wanita tak dikenal yang keluar dari kamar hotel yang dipesan korban,” ujar Husni.

Akhirnya diketahuilah dan ditemukan keberadaan wanita tersebut. Berinisial TTR, berusia 20 tahun dan tinggal di kawasan Pontianak Barat. Setelah dilakukan introgasi bahwa TTR bisa sampai di kamar hotel korban karena dihubungi oleh LP.

“Jadi awal mulanya korban minta wanita alasan untuk pijit maka datanglah LP. Setelah bertemu, korban bilang ke LP mau pijit plus. Karena LP tidak bisa melayani maka LP memanggil temannya TTR,” kata Husni menerangkan hasil interogasi terhadap TTR.

Setibanya di kamar korban, TTR langsung hendak memulai pijit plus. Korban dalam posisi tengkurap dan tanpa busana sehelai pun. Saat TTR mulai mijit punggungnya, beberapa menit kemudian korban teriak kesakitan. “Aduh sakit jantungku, panggilkan resepsionis,” kata korban yang ditirukan TTR kepada penyidik.

Mendengar keluhan itu, TTR langsung turun untuk memberitahukan resepsionis. Lalu, karena takut, TTR pulang.

Sementara hasil introgasi dari kerabat korban, diketahui korban pernah operasi jantung untuk pemasangan satu ring di Rumah Sakit Jantung Harapan Kita Jakarta pada Desember 2016.

Saat ini jenazah korban sudah di rumah duka Santo Mikael Rumah Sakit Sungai Jawi, rencananya akan dibawa ke Sekadau, kampung halaman korban.