Senin, 05 Mei 2014

PANDANGAN PARA SARJANA TEOLOGI TENTANG DOKTRIN GEREJA

Yesus tidak pernah lahir tanggal 25 Desember, memang tidak
ada yang tahu tanggal berapa ia lahir masih jadi misteri…!


1. PENYALIBAN DAN PENEBUSAN DOSA
Socianus (1539 – 1604)

“Jika pengorbanan Yesus adalah mutlak dan tidak terbatas meliputi segalanya, maka manusia boleh bebas sepenuhnya berbuat sesuka hatinya. Dan jika doktrin penebusan dosa benar, maka hukum Tuhan tidak lagi berlaku mengikat hamba-Nya, karena hukuman atas segala dosa telah dibayar oleh Yesus.”

Dr. Cruden Alexander

“Bahwa untuk tujuan pengorbanan seperti yang ditimpakan kepada Yesus dengan penderitaan dan kesengsaraan yang amat mengerikan, itu sangat memuakkan bagi pemikiran manusia modern dan dianggap suatu doktrin yang sangat menyeramkan.”


Dalam Islam Yesus tidak dibunuh dan juga tidak disalib

George Bernard Shaw
 
“Saya lebih suka memikul tanggung jawab moral saya, tidaklah baik lagi saya untuk membebankan dosa-dosa pada kambing hitam penebus dosa. Saya akan kurang berhati-hati terhadap dosa, apabila saya tahu bahwa hal itu sama sekali tidak merugikan saya.”

William Ellery Charing (1780 – 1842)

“Pengorbanan itu harus manusia yang melakukan untuk Tuhan, bukan Tuhan untuk manusia. Jika Yesus itu Tuhan, mengapa justru Tuhan yang mengorbankan diri-Nya untuk manusia? Ini tidak masuk akal sehat! Tuhan dapat saja mengampuni dosa-dosa manusia dengan tidak menggunakan kekerasan dan cara yang keji.” (disiksa sampai mati dipaku dikayu salib)

2. TRINITAS

Arthur Weigall - Paganism in Our Christianity

“Yesus Kristus tidak pernah menyinggung tentang phenomena seperti itu (Trinitas), dan kata Trinitas tidak ditemukan dimanapun dalam kitab Perjanjian Baru. Ide ini baru dianut Gereja tiga ratus tahun setelah Yesus tiada”


Dari Trimurti Ke Trinitas
A.N. Wilson - Jesus A Life

“Saya harus mengakui bahwa memang tidak mungkin untuk mempercayai bahwa orang suci dari Galilea di abad I itu (Yesus) pernah sekali saja dalam hidupnya merasa dirinya sebagai oknum kedua dari Trinitas”

Jesuit Edmund Fortman - The Triune God

“Kitab Perjanjian Lama tidak pernah mengatakan sesuatu secara jelas atau sekedar petunjuk tentang adanya Kesatuan Tiga Tuhan yakni Bapa, anak dan Roh Kudus.... Tidak ada bukti tentang adanya penulis kitab suci yang memperkirakan adanya Kesatuan Tiga Tuhan.... Dugaan, adanya pendapat, bayangan, atau tanda-tanda terselubung tentang Kesatuan tiga oknum dalam kita Perjanjian Lama, sama sekali di luar dari pengertian kata-kata maupun maksud para penulis kitab-kitab tersebut.”

Dr. G.C Van Niftrik & Dr. B.J. Boland - Dogmatika Masa Kini

“Didalam Bible tidak diketemukan suatu istilah yang dapat diterjemahkan dengan kata Tritunggal ataupun ayat-ayat tertentu yang mengandung dogma tersebut, mungkin dalam 1 Yahya 5:6-8, tetapi sebagian besar ayat itu agaknya belum terterah dalam naskah aslinya. Bagian itu setidak-tidaknya harus diberi kurung.”

Encyclopedia of Religion

“Para ilmuwan Kristen sependapat bahwa ajaran Trinitas, juga tidak ada dalam Perjanjian Baru”

3. BIBLE/ALKITAB

Herman Bakels (1871-1954) - Nij Ketters? Ya.. Om deere Gods

“Adapun enam buah kitab (Weda, Awesta, Kitab-kitab tentang Budha, Tao-teking, Kitab-kitab Confusius, Al-Qur'an) tidak begitu saya kenal. Akan tetapi Bibel kita ini, pasti saya ketahui. Sudah 30 tahun lamanya saya mengincah Bibel kita ini dari awal sampai akhir. Oleh karena itu terus terang saya katakan, bahwa di Eropa, saya belum kenal sebuah kitab yang lebih padat dengan hal-hal yang tidak benar dari pada Bibel. Hampir semua kitab-kitab dalam Bibel itu menyesatkan, yakni memakai nama palsu, yaitu tidak ditulis oleh pengarang-pengarang yang tercantum nama mereka di atasnya, melainkan ditulis jauh di belakang mereka.”


Kitab suci yang penuh misteri dan skandal sex


Dr. Mr. D. N. Mulder - Pembimbing ke dalam Perjanjian Lama

“Buku ini dikarang pada waktu- waktu tertentu, dan pengarang-pengarangnya memang manusia juga, yang terpengaruh oleh keadaan waktunya dan oleh suasana di sekitarnya dan oleh pembawaan pengarang itu sendiri. Naskah-naskah asli dari Kitab Suci itu sudah tidak ada lagi. Yang ada pada kita hanya turunan atau salinan. Dan salinan itu bukannya salinan langsung dari naskah asli, melainkan dari salinan dan seterusnya. Sering di dalam menyalin Kitab Suci itu terseliplah salah salin.”

Drs. M. E. Duyverman - Pembimbing ke dalam Perjanjian Baru

“Ada kalanya penyalin tersentuh pada kesalahan dalam naskah asli yang dipergunakannya, lalu kesalahan itu diperbaikinya, padahal perbaikan itu sering mengakibatkan perbedaan yang lebih besar dengan yang sungguh asli. Dan kira-kira pada abad keempat, di Antiochia diadakan penyelidikan dan penyesuaian salinan- salinan; agaknya terdorong oleh perbedaan yang sudah terlalu besar diantara salinan-salinan yang dipergunakan dengan resmi dalam Gereja.”

Dr. B. J. Boland - Het Johannes Evangelie

"Apakah kebenaran-kebenaran dari Injil Jesus Kristus diserahkan kepada kita dalam bentuk murninya, asli dan tidak dipalsukan, ataukah telah dirubah melalui alam fikiran kebudayaan Gerika? Umumnya yang terakhirlah yang diterima oleh orang jaman kini bahwa tulisan-tulisan Kitab Perjanjian Baru pada dua abad pertama perhitungan tahun kita, pasti telah mengalami perubahan besar.”

Dr. A. Powel Davies - The meaning of the Dead Sea Scrolls The New American Library

“Tiga Injil pertama, yaitu Injil Synoptik, membawa- kan cerita yang sama. Terdapat pertentangan - pertentangan di dalamnya, sehingga tidaklah mungkin sedemikian jauh untuk mendamaikan ayat-ayat ini. Namun Injil Johannes, menceritakan cerita-cerita yang amat berbeda dari ketiga Injil pertama itu. Bila Injil Johannes yang betul, maka ketiga Injil yang lain itu salah; bila ketiga Injil itu betul, maka Injil Johannes pasti salah.”

George Bernard Shaw

“Bible ini adalah Kitab yang paling berbahaya di muka bumi. Jaga kitab tersebut dalam keadaan terkunci dalam laci: larang anak-anak anda membacanya.”

The Plain Truth - World Church of Tomorrow

“Membacakan cerita-cerita dari Bible kepada anak-anak bisa membuka kesempatan untuk mendiskusikan moral seks. Suatu kitab Bible yang belum dibersihkan pasti mendapat rating X dari badan sensor.”

Mr. RT. Payet - Harian Times Ghana Mercusuar Yk

“Tidak ada di dalam sejarah satu buku yang merupakan sumber dari perbuatan-perbuatan yang brutal dan sadis selain Bible ini.”

72 Sarjana Bible - The Five Gospel

“Delapan puluh dua persen kata-kata yang dianggap berasal dari Yesus di dalam Bible, tidaklah benar-benar diucapkan oleh Yesus”

4. KEBAKTIAN MINGGU
Clovis G Chappell - Ten Rules For Living

“Alasan kami memelihara hari Minggu gantinya hari Sabtu didasarkan atas perintah yang tidak jelas. Seseorang akan menyelidiki Bible dengan sia-sia untuk mendapatkan perintah perubahan dari hari yang Sabtu kepada hari Minggu.”


Ibadah di hari minggu siapa yang mengajarkan..?

Priest Brody - N.J.”News”

“Sangat perlu untuk mengingatkan kaum Presbyterian, Baptist, Methodist dan semua golongan Kristen yang lain bahwa Bible tidak mendukung mereka dalam pemeliharaan hari Minggu. Hari minggu ada-lah institusi gereja Roma katolik, dan mereka yang menghormati hari itu berarti menghormati perintah gereja katolik.”

The Catholic Press

“Hari Minggu adalah institusi Katolik dan klaim untuk memeliharanya hanya dapat di pertahankan oleh prinsip-prinsip katolik saja.”

Father Thomas Enright

“Buktikan dari dalam Bible bahwa saya di haruskan menyucikan hari Minggu. Tidak ada hukum seperti itu dalam Bible. Itu adalah hukum dari gereja Katolik yang suci saja….Peliharalah hari Minggu dalam tiap pekan, dan lihatlah…”

5. NATAL 25 DESEMBER
Dr. J.L. Ch. Abineno - Katekisasi Perjanjian Baru

“Gereja-gereja merayakan Natal pada tanggal 25 Desember. Kebiasaan ini baru dimulai dalam abad ke-4. Sebelum itu Gereja tidak mengenal perayaan Natal. Terutama karena gereja tidak tahu dengan pasti kapan –pada hari dan tahun keberapa– Yesus dilahirkan. Kitab-kitab Injil tidak memuat data-data tentang hal itu. Dalam Lukas pasal 2 dikatakan bahwa pada waktu Yesus dilahirkan, gembala-gembala sedang berada di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam (ayat 8). Itu berarti, bahwa Yesus dilahirkan antara bulan Maret atau April dan bulan November”

Sinterklas mitos yang sengaja dipertahankan
untuk mengajarkan kepada anak-anak berdusta

Benyamin Obadyah - The Return of the Messiah

“Meskipun menurut Alkitab Yesus dikandung Maria dari karunia Allah (Lukas 1:35), tapi ia dikandung secara normal selama 40 minggu atau 9,5 bulan. Ini berarti, Yesus dilahirkan pada akhir bulan September atau awal Oktober dan saat itulah orang Yahudi merayakan Hari Raya Tabernakel… Hari raya ini jatuh setiap tanggal 15 bulan Tishri menurut kalendar Yahudi. Menurut kalendar internasional (Gregorian), tahun 1999 tanggal 15 Tishri bertepatan dengan tanggal 25 September. Jadi, umat Kristen yang memperingati Natal 25 Desember terlambat selama tiga bulan.”

Tabloid Victorius

“Entah kapan dan siapa tokoh pencetus hari Natal, hingga sekarang masih dicermati. Dan apa benar tanggal 25 Desember itu adalah hari kelahiran Yesus Kristus? Hal ini masih misterius”.

Wencelclaus Insan Mokoginta - Mustahil Kristen Bisa Menjawab

“Jika ada yang bisa menunjukkan dalil dalam Alkitab bahwa Yesus lahir pada tanggal 25 Desember dan perintah untuk merayakannya, kami sediakan hadiah mobil BMW dan uang tunai 10 juta rupiah,”

Tapi, setiap bulan desember kita saksikan gegap gempita persiapan untuk menyambut natal yang jatuh pada tanggal 25 sangat meriah sekali. Aroma natal dapat kita saksikan dijalanan, digedung-gedung pemerintah atau swasta, di mall, atau dipusat perbelanjaan, terutama digereja. 

Sepertinya, acara menyambut natal tersebut sangat dipaksakan. Padahal natal itu tidak pernah diajarkan oleh Yesus dan para sahabatnya. Terkesan kepentingan bisnisnya yang sangat menonjol. Demi meraup keuntungan yang sangat besar, kaum pebisnis rela mengorbankan umatnya untuk terpuruk lebih dalam lagi dalam ritual penyembah berhala.

Ironisnya, ada dari kalangan ulama-ulama Islam ikut-ikutan latah, turut menghadiri natal, dan menganjurkan kepada umat Islam demi menjaga toleransi, kita diharuskan “mengucapkan selamat natal” kepada umat Kristen.

Padahal, dikalangan Kristen sendiri perayaan natal masih jadi perdebatan yang sangat panjang. Karena, perayaan natal adalah hari kelahiran dewa matahari – dewa mitra- lahir dari agama pagan. Jadi bukan dari ajaran Kristen itu sendiri. 

Bagi umat Kristen, perayaan Natal adalah hari kelahiran ‘TUHAN YESUS’ yang mereka peringati setiap tanggal 25 Desember. Untuk umat Islam yang ikut merayakan atau mengucapkan selamat natal artinya “Selain ikut merayakan natal, sekaligus ikut mengakui kelahiran Tuhan Yesus” umat Islam yang ikut ritual natal dengan sengaja dan bangga sudah melakukan kesyirikan yang sangat besar. Karena sadar atau tidak sudah mengakui adanya Tuhan selain Allah. Jadi, ulama dan kyai yang mengajak ikut merayakan dan mengucapkan selamat natal sama dengan mengajak umat Islam masuk kedalam NERAKA JAHANAM bersama-sama dengan mereka.

Tidak ada komentar: